Peta Jalan Sistem Pangan Berkelanjutan Indonesia 2020–2045
Memetakan transformasi sistem pangan nasional menuju ketahanan pangan, gizi seimbang, dan penurunan emisi dari sektor pertanian dan pangan.
Green Gastronomi adalah gerakan Univ Hijau untuk menyusun ulang cara Indonesia menanam, memasak, menyajikan, dan mengonsumsi makanan — memadukan warisan pangan Nusantara, agroekologi, dan inovasi rendah karbon.
Emisi GRK global bersumber dari sistem pangan (FAO, 2021).
Food loss & waste Indonesia per tahun (Bappenas, 2021).
Sampah makanan rumah tangga Indonesia per tahun.
Varietas pangan lokal Nusantara yang berpotensi dikembangkan.
Kerangka kerja untuk restoran, komunitas, dan lembaga yang ingin bertransformasi menjadi pelaku pangan berkelanjutan.
Prioritas bahan pangan dari petani, nelayan, dan produsen lokal sesuai musim untuk memangkas jejak logistik dan menopang ekonomi daerah.
Mendorong pertanian regeneratif, permaculture, dan agroforestri yang memperbaiki tanah, menyimpan karbon, dan menjaga biodiversitas.
Prinsip nose-to-tail, root-to-leaf, dan sirkularitas limbah dapur menjadi kompos, biogas, atau produk turunan bernilai tambah.
Menu berbasis nabati, protein alternatif, dan porsi seimbang untuk menurunkan emisi GRK per piring tanpa mengorbankan cita rasa.
Ketelusuran bahan baku, harga adil bagi petani, sertifikasi berkelanjutan, dan kemasan minim plastik sekali pakai.
Menghidupkan kembali pangan lokal Nusantara (sorgum, sagu, hanjeli, umbi) dengan teknik modern untuk ketahanan pangan jangka panjang.
Univ Hijau bekerja di empat titik sepanjang rantai pangan — dari petani hingga kebijakan — untuk memastikan transformasi berjalan sistemik.
Kolaborasi dengan koperasi tani, nelayan skala kecil, dan komunitas adat untuk sistem produksi yang memulihkan ekosistem.
Pendampingan chef, restoran, kafe, dan katering menuju sertifikasi green kitchen, energi efisien, dan menu rendah karbon.
Kampanye literasi pangan berkelanjutan, kelas memasak, food tour lokal, dan program sekolah untuk pola konsumsi berkelanjutan.
Advokasi kebijakan pangan berkelanjutan, riset gastronomi, dan sinergi dengan pemerintah daerah serta akademisi.
Kurasi studi, laporan, dan publikasi ilmiah yang membahas sistem pangan berkelanjutan, agroekologi, dan gastronomi hijau di Indonesia.
Memetakan transformasi sistem pangan nasional menuju ketahanan pangan, gizi seimbang, dan penurunan emisi dari sektor pertanian dan pangan.
Studi pertama tingkat nasional mengukur volume food loss & waste di rantai pasok Indonesia serta dampak ekonomi, sosial, dan lingkungannya.
Menganalisis potensi sorgum, sagu, hanjeli, ubi jalar, dan pangan lokal lainnya sebagai substitusi beras dan gandum untuk mengurangi impor.
Mengeksplorasi bagaimana gastronomi berkelanjutan berbasis kuliner Nusantara dapat menjadi motor wisata rendah karbon di Bali, Yogyakarta, dan NTT.
Studi lapangan atas praktik agroforestri kopi dan kakao di Sumatera dan Sulawesi serta dampaknya terhadap tutupan lahan dan pendapatan petani.
Menghitung potensi penurunan emisi GRK dari transisi menu nabati di kantin universitas, perusahaan, dan katering perkotaan.
Model implementasi sistem pengolahan sampah organik dapur di kota-kota besar Indonesia untuk energi terbarukan dan pupuk organik.
Dokumentasi 200+ jenis pangan tradisional komunitas adat sebagai basis inovasi green gastronomy dan ketahanan pangan lokal.
Restoran, chef, petani, peneliti, komunitas, dan pemerintah daerah dapat bergabung dalam program pendampingan, riset, atau kolaborasi proyek Green Gastronomi.